Postingan

      Halo semuanya!!! Nama saya Nabillah dari XI -       IPS 1. Jadi, saya di sini menjawab pertanyaan-       pertanyaan mengenai materi Pan Islamisme,       yang diberikan dari teman-teman, yaitu Nadya,       Rizky, Cassandra, Danti, dan Angelie. Selamat       menonton!!        https://youtu.be/ScON-XXjQMI
Sumpah Pemuda Masa Kini   Sumpah  Pemuda 28 Oktober 1928 adalah tonggak sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Tiap tahun kita memperingati Sumpah Pemuda untuk melestarikan dan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan para pemuda dari berbagai latar belakang kedaerahan dan kesukuan untuk menyatukan tekad guna mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang sedang terjajah oleh kekuatan kolonialis. Penderitaan rakyat Indonesia akibat penjajahan waktu itu memang luar biasa sehingga menggugah para pemuda kaum terpelajar Nusantara menyatukan jiwa dengan identitas yang sama, yaitu satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, Indonesia.  Penyatuan tekad kaum muda ini berdampak luar biasa besar bagi perjalanan bangsa hingga akhirnya berbuah pada kemerdekaan 17 Agustus 1945. Karena itu sepantasnyalah kaum muda masa kini memperingati sumpah yang bersejarah itu meskipun konteks waktu dan masalah yang dihadapi saat ini sudah berbeda. Sekarang tidak ada penjajahan ...
     Halo teman-teman, tonton yaa vlog kunjungan museum ke Kota Tua, link nya ada di bawah ini!! -wisata kotu  https://youtu.be/kE0CHy7MXDI -nobar fim Sultan Agung  https://youtu.be/bvitSbngztE

Mandalawangi - Pangrango

Mandalawangi - Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta, 1996.